Minggu, 17 Januari 2016

Manajemen Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit


TUGAS ONLINE 6
MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT
PELAYANAN RAWAT INAP YANG IDEAL



 

















DISUSUN OLEH:
NOFIANTI 201431333









JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA 2016


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dan strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pemerintah sudah berupaya terus-menerus untuk meningkatkan mutu pelayanan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Peran tersebut semakin dituntut akibat adanya perubahan epidemiologik penyakit, struktur organisasi, perkembangan IPTEK, perubahan sosio ekonomi masyarakat dan pelayanan yang lebih efektif, ramah dan sanggup memenuhi kebutuhan mereka.
Kepuasan pasien merupakan fungsi dari penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit dengan harapan sebelum pasien menerima pelayanan kesehatan pasien akan merasa puas jika kualitas pelayanan rumah sakit lebih tinggi atau setidaknya sama dengan yang diharapkan pasien. Menelaah masalah kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tidaklah mudah karena disatu sisi mempunyai tanggung jawab sosial dengan memberikan pelayanan kesehatan secara manusiawi, tetapi di sisi lain juga harus memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi menyangkut penyelenggaraan rumah sakit yang memerlukan biaya investasi, operasional dan pemeliharaan yang begitu besar. Menurut Azwar (1996) kualitas pelayanan rumah sakit dinilai baik apabila pelayanan kesehatan yang diberikan dapat memberikan kepuasan pada diri setiap pasien yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan tersebut.
Pelayanan rawat inap merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan di rumah sakit. Adanya krisis ekonomi yang saat ini melanda negara kita, pembiayaan kesehatan makin meningkat, sedangkan daya beli masyarakat makin menurun cukup mempengaruhi pelayanan rumah sakit khususnya pelayanan rawat inap. Namun demikian keadaan ini jangan dijadikan alasan untuk menurunkan mutu pelayanan rawat inap, kita harus tetap berpegang pada profesionalisme dan etika profesi. Di lain pihak saat ini rumah sakit menghadapi era globalisasi dengan persaingan dari pihak penanam modal asing yang lebih unggul baik dari segi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana maupun keuangannya.

B.     Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan pelayanan rawat inap?

C.    Tujuan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
2.      Untuk mengetahui mengenai manajemen pelayanan rawat inap di rumah sakit




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Manajemen Pelayanan Rawat Inap
1.      Pengertian Pelayanan Rawat Inap
Rawat inap  (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatanpasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit . Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Ruangan ini dulunya sering hanya berupa bangsalyang dihuni oleh banyak orang sekaligus. Saat ini, ruang rawat inap di banyak rumah sakit sudah sangat mirip dengan kamar-kamar hotel. Pasien yang berobat jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang merawatnya, bila pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit, atau menginap di rumah sakit.
Rawat inap merupakan suatu bentuk perawatan, dimana pasien dirawat dan tinggal di rumah sakit untuk jangka waktu tertentu. Selama pasien dirawat, rumah sakit harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien (Posma 2001 yang dikutip dari Anggraini (2008).
a.       Memberikan bantuan kepada orang yang mempunyai kebutuhan
b.      Memberikan pelayanan atas semua hal berikut ini:
·         Apa yang mereka kehendaki
·         Kapan mereka menghendaki
·         Siapa yang ingin mereka temui
·         Mengapa mereka menginginkannya
·         Cara apa yang mereka kehendaki dalam melekukan pekerjaan tersebut.
Pelayanan rawat inap adalah pelayanan terhadap pasien masuk rumah sakit yang menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosa, terapi, rehabilitasi medik dan atau pelayanan medik lainnya (Depkes RI 1997 yang dikutip dari Suryanti (2002).

2.      Standar Minimal Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit
a)      Pemberian layanan rawat inap adalah Dokter spesialis, dan perawat dengan minimal pendidikan D3.
b)      Penanggungjawab pasien rawat inap  100 % adalah dokter.
c)      Ketersediaan pelayanan rawat inap terdiri dari anak, penyakit dalam, kebidanan, dan bedah.
d)     Jam kunjung dokter spesialis adalah pukul 08.00 – 14.00 setiap hari kerja.
e)      Kejadian infeksi paska operasi  kurang dari 1,5 %.
f)       Kejadian infeksi nosokomial kurang dari 1,5 %.
g)      Kematian pasien lebih dari 48 jam : kurang dari 0,24 %.
h)      Kejadian pulang paksa kurang dari 5 %.
i)        Kepuasan pelanggan lebih dari 90 %.

3.      Kegiatan Pelayanan Rawat Inap
Penerimaan Pasien ( Admission )
·         Pelayanan Medik
·         Pelayanan Penunjang Medik
·         Pelayanan Perawatan
·         Pelayanan Obat
·         Pelayanan Makanan
·         Pelayanan Administrasi Keuangan

Menurut Revans (1986) bahwa pasien yang masuk pada pelayanan rawat inap akan mengalami tingkat proses transformasi, yaitu:        
a.       Tahap Admission, yaitu pasien dengan penuh kesabaran dan keyakinan dirawat  tinggal di rumah sakit.
b.      Tahap Diagnosis, yaitu pasien diperiksa dan ditegakan diagnosisnya. Tahap Treatment,yaitu berdasarkan diagnosis pasien dimasukan dalam program perawatan dan therapi.
c.       Tahap Inspection, yaitu secara continue diobservasi dan dibandingkan pengaruh serta respon pasien atas pengobatan.
d.      Tahap Control, yaitu setelah dianalisa kondisinya, pasien dipulangkan. pengobatan diubah atau diteruskan, namun dapat juga kembali ke proses untuk didiagnosa ulang.

4.      Sistem Pelayanan Rawat Inap Rumah sakit
Alur proses pelayanan pasien unit rawat inap akan mengikuti alur sebagai berikut :
a.       Bagian Penerimaan Pasien ( Admission Departement )
b.      Ruang Perawatan
c.       Bagian Administrasi dan Keuangan

5.      Klasifikasi Rawat Inap di Rumah sakit
·         Berdasarkan fasilitas
Klasifikasi perawatan rumah sakit telah ditetapkan berdasarkan tingkat fasilitas pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit, yaitu seperti berikut:
a.       Kelas Utama (termasuk VIP) 
b.      Kelas I
c.       Kelas II dan Kelas III
·         Klasifikasi pasien berdasarkan kedatangannya:
a.       pasien baru
b.      pasien lama
·         Klasifikasi pasien berdasarkan pengirimnya
a.       Dikirim oleh dokter rumah sakit
b.      Dikirim oleh dokter luar
c.       Rujukan dari puskesmas dan rumah sakit lain
d.      Datang atas kemauan sendiri

6.      Kualitas Pelayanan Rawat Inap
Menurut Jacobalis (1990) kualitas pelayanan kesehatan di ruang rawat inap rumah sakit dapat diuraikan dari beberapa aspek, diantaranya adalah:
a.       Penampilan keprofesian atau aspek klinis, Aspek ini menyangkut pengetahuan, sikap dan perilaku dokter dan perawat dan tenaga profesi lainya.
b.      Efisiensi dan efektifitas, Aspek ini menyangkut pemanfaatan semua sumber daya di rumah sakit agar dapat berdaya guna dan berhasil guna.
c.       Keselamatan Pasien, Aspek ini menyangkut keselamatan dan keamanan pasien
d.      Kepuasan Pasien, Aspek ini menyangkut kepuasan fisik, mental, dan sosial pasien terhadap lingkungan rumah sakit, kebersihan, kenyamanan, kecepatan pelayanan, keramahan, perhatian, biaya yang diperlukan dan sebagainya.

Menurut Jacobalis (1993), pelayanan kesehatan di ruang rawat inap rumah sakit erat kaitanya dengan:
a.       Dokter, perawat atau petugas kesehatan
b.      Aspek hubungan antar manusia.
c.       Kemanusiaan.
d.      Kenyamanan atau kemudahan fasilitas dan lingkungan.
e.       Peralatan dan perlengkapan.
f.       Biaya pengobatan.

7.      Tujuan Pelayanan Rawat Inap
a.       Membantu penderita memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehubungan dengan penyembuhan penyakitnya.
b.      Mengembangkan hubungan kerja sama yang produktif baik antara unit maupun antara profesi.
c.       Menyediakan tempat/ latihan/ praktek bagi siswa perawat.
d.      Memberikan kesempatan kepada tenaga perawat untuk meningkatkan keterampilannya dalam hal keperawatan.
e.       Meningkatkan suasana yang memungkinkan timbul dan berkembangnya gagasan yang kreatif.
f.       Mengandalkan evaluasi yang terus menerus mengenai metode keperawatan yang dipergunakan untuk usaha peningkatan.

8.      Ruang pasien rawat inap
Ruang untuk pasien yang memerlukan asuhan dan pelayanan keperawatan dan pengobatan secara berkesinambungan lebih dari 24 jam. Untuk tiap-tiap rumah sakit akan mempunyai ruang perawatan dengan nama sendiri-sendiri sesuai dengan tingkat pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit kepada pasiennya.

9.      Ruang Post Perawat
Ruang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian asuhan dan pelayanan keperawatan (pre dan post conference, pengaturan jadwal), dokumentasi sampai dengan evaluasi pasien.

10.  Ruang Konsultasi
Ruang untuk melakukan konsultasi oleh profesi kesehatan kepada pasien dan keluarganya.

11.  Ruang Tindakan
Ruangan untuk melakukan tindakan pada pasien baik berupa tindakan invasive ringan maupun non-invasive.

B.     Manajemen Pelayanan Medik
1.      Manajemen Pelayanan Medik
a.       Menurut PP No.32 Tahun 1996 Tenaga Medik termasuk tenaga kesehatan
b.      Menurut Permenkes No.262/1979 yang dimaksud dengan tenaga medis adalah lulusan Fakultas Kedokteran atau Kedokteran Gigi dan "Pascasarajna" yang memberikan pelayanan medik dan penunjang medik.
c.       Pelayanan medik di Rumah sakit : adalah salah satu jenis pelayanan Rumah sakit yang diberikan oleh tenaga medik.
d.      Manajemen Pelayanan Medik di Rumah sakit secara sederhana : adalah suatu pengelolaan yang meliputi perencanaan berbagai sumber daya medik dengan mengorganisir serta menggerakkan sumber daya tersebut diikuti dengan evaluasi dan kontrol yang baik, sehingga dihasilkan suatu pelayanan medik yang merupakan bagian dari sistem pelayanan di Rumah sakit.

2.      Pelayanan Medik
a.       Tenaga yang dibutuhkan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan, beban kerja yang ada dengan memperhitungkan kecenderungan (TREND) pada masa yang akan datang.
b.      Sumber daya lain yang dibutuhkan untuk terselenggaranya suatu pelayanan medis.
c.       Kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan sasaran yang diharapkan dengan memperhitungkan sumber daya potensial yang ada  maupun kendala yang mungkin terjadi. Berdasarkan "waktu" maka perencanaan kegiatan dapat harian, mingguan, bulanan, tahunan dan jangka panjang sesuai dengan visi dan misi Rumah sakit Dalam perencanaan kegiatan alangkah baiknya apabila Ruma h Sakit mempunyai skala prioritas dan mempunyai projek unggulan.


3.      Pelaksanaan Pelayanan Medik
Hal penting yang mendasari pelayanan medis agar dihasilkan suatu pelayanan yang optimal yaitu Falsafah dan tujuan dalam arti Pelayanan medis yang diberikan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan kedokteran mutakhir serta memanfaatkan kemampuan dan fasilitas Rumah sakit secara optimal. Tujuan pelayanan medis adalah mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan standar masing-masing profesi.

C.    Manajemen Pelayanan Perawatan
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawa baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pelayanan perawatan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan rumah sakit secara menyeluruh, yang sekaligus merupakan tolak ukur keberhasilan pencapaian tujuan rumah sakit, bahkan sering menjadi faktor penentu citra rumah sakit di mata masyarakat. Keperawatan sebagai suatu profesi di rumah sakit yang cukup potensial dalam menyelenggarakan upaya mutu, karena selain jumlahnya yang dominan juga pelayanannya menggunakan metode pemecahan masalah secara ilmiah melalui proses keperawatan.

1.      Asuhan Keperawatan
a.       Pelayanan keperawatan (Nursing Service ) adalah seluruh fungsi, tugas, kegiatan dan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh seorang perawat dalam praktek profesinya
b.      Asuhan keperawatan (Nursing Care) adalah suatu pelayanan keperawatan langsung berupa bantuan, bimbingan, penyuluhan, pengawalan atau perlindungan yang diberikan oleh seorang perawat untuk memenuhi kebutuhan pasien
Menurut Doenges (2000) menyebutkan proses keperawatan adalah proses yang terdiri dari 5 tahap yang spesifik, yaitu :
a.       Pengkajian
Adalah pengumpulan data yang berhubungan dengan pasien secara sistematis, meliputi fisik, psikologi, sosiokultural, spiritual, kognitif, kemampuan fungsional, perkembangan ekonomi dan gaya hidup. Pengkajian mencakup data yang dikumpulkan melalui wawancara, pengumpulan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, laboratorium dan diagnosa serta melihat kembali catatan sebelumnya.
b.      Identifikasi Masalah/Diagnosa Keperawatan
Adalah analisa data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi, memfokuskan dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respon terhadap masalah aktual dan resiko tinggi.
c.       Perencanaan
Adalah proses dua bagian yaitu pertama adalah identifikasi tujuan dan hasil yang diinginkan dari pasien untuk memperbaiki masalah kesehatan atau kebutuhan yang telah dikaji, hasil yang diharapkan harus spesifik, realistik, dapat diukur, menunjukkan kerangka waktu yang pasti, mempertimbangkan keinginan dan sumber pasien. Kedua adalah pemilihan intervensi keperawatan yang tepat untuk membantu pasien dalam mencapai hasil yang diharapkan.
d.      Implementasi
Impelementasi adalah melakukan tindakan dan mendokumentasikan proses keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan.
e.       Evaluasi
Adalah menentukan kemajuan pasien terhadap pencapaian hasil yang diharapkan dan respon pasien terhadap keefektifan intervensi keperawatan. Kemudian mengganti rencana keperawatan jika diperlukan.


D.    Manajemen Pelayanan Administrasi
Administrasi menurut John M. Echols dan Hassan Shadily  adalah hak atau ijin masuk bagi pasien yang berfungsi sebagai koordinator untuk penerimaan pasien dirawat inap, baik yang berasal dari rawat darurat (emergency) atau rawat jalan (poliklinik). Admisi merupakan kegiatan yang sangat penting karena sebagai ujung tombak pelayanan rawat inap. Bagian ini mempunyai tanggung jawab dalam pendaftaran pra penerimaan pasien,penerimaan pasien dan dalam penentuan ruang perawatan.
1.      Fungsi administrasi di rumah sakit
Fungsi bagian administrasi di bagian rawat inap adalah:
a.       Sebagai koordinator untuk penerimaan pasien di rawat inap baik yang berasal dari rawat  jalan (Poliklinik) maupun dari gawat darurat ( Emergency).
b.      Mengatur tujuan pengiriman pasien ke ruang bangsal sesuai dengan instruksi rujukan dan   kondisi yang ada.
c.       Mencatat segala bentuk terapi dan obat serta diet makanan untuk pasien rawat inap

Tata cara penerimaan pasien yang disebut admitting procedureharus wajar sesuai dengan keperluannya. Dengan makin meningkatnya jumlah pasien, pimpinan rumah sakit harus memberikan perhatian yang konstan dalam membina sistem dan procedure penerimaan pasien yang sebaik-baiknya.

2.      Tujuan kegiatan administrasi di rawat inap
a.       Menerima pasien yang akan masuk bangsal rawat inap.
b.      Memproses perpindahan pasien antar bangsal perawatan di dalam rumah sakit tersebut, antar rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan yang lainnya.
c.       Mengantar pasien menuju ke bangsal dan menyerahkannya kepada kepala ruangan.




BAB III
PENUTUP

Rawat inap merupakan salah satu pelayanan kesehatan di rumah sakit yang mempunyai kontribusi cukup besar ditinjau dari berbagai aspek, antara lain aspek jenis pelayanan, aspek keuangan, pemasaran, etika dan hukum maupun administrasi dan manajemen rumah sakit itu sendiri.
Untuk memberikan pelayanan rawat inap yang maksimal terhadap pasien maka rumah sakit harus memiliki manajemen pelayanan yang baik, baik dari segi ruang dan bangunan, ketenagaan, pelayanan medik, keperawatan serta administrasi agar pasien merasa puas dan nyaman pada rumah sakit tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, Wiku. 2007. Sistem Kesehatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Aditama, Tjanda Yoga. 2005. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Jakarta: UI-Press
Andriani, Nydia. 2012. Gambaran Manajemen Pelayanan Admnistrasi Rawat Inap di Instalasi Administrasi Pasien Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Tahun 2011. Skripsi. Program Sarjana Kesehatan Masyarakat. Depok..
Kepmenkes Nomor: 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit