Jumat, 30 Oktober 2015

Masalah - Masalah Dalam Pengadaan Obat


Masalah-masalah dalam pengadaan obat:

1.    Pengadaan biasanya dilakukan oleh pihak ketiga melalui penunjukan langsung maupun pelelangan umum sehingga rumah sakit kurang mendapat informasi kelengkapan dan mutu obat.
2.   Obat dan perbekalan farmasi yang diadakan pada kontrak sesuai dengan yang ada pada standar yang ditetapakan pemerintah seperti harga dan kemasan, sedangkan kemasan yang ada mayoritas kemasan Pot 1000 tablet sehingga pembagiannya sulit.
3.    Penerimaan barang dari pihak ketiga dilakukan oleh panitia penerima yang sering tidak berlatar belakang pendidikan farmasi sehingga tidak mengetahui kualitas barang yang diterima.
4.    Seleksi obat tidak dianalisis berdasarkan metode konsumtif, metode morbiditas ataupun analisis PARETO, tapi berdasarkan jenis obat yang tertera pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang standard harga obat generik versus dana yang telah dianggarkan, sehingga banyak obat yang dibutuhkan tidak dapat diadakan karena tidak terdapat dalam standard.

Alternatif solusi:
  1. Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin
  2. Hindari pilihan obat kombinasi, kecuali jika obat kombinasi mempunyai efek yang lebih baik dibanding obat tunggal.
  3. Apabila jenis obat banyak, maka dipilih berdasar berdasarkan  obat pilihan (drug of choice) dari penyakit yang prevalensinya tinggi.
  4. Menganalisis jenis obat yang dibutuhkan apakah obat tersebut vital, essensial atau non essensial.
  5. Mengidentifikasi obat-obat yang menyerap anggaran terbesar untuk dikendalikan penggunaan dan ditingkatkan pengawasannya
  6. Dibuat tim pengawasan khusus untuk meminimalisir adanya penyimpangan.

Prosedur Pelayanan Rawat Jalan yang Baik

 A.    Definisi
Pelayanan rawat jalan (ambulatori services) adalah salah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sedrhana yang dimaksud dengan pelayanan raat jalan adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap ( hospitalization ) (Feste, 1989).Kedalam pengertian pelayanan rawat jalan initermasuk ridak hanya diselenggarakan oleh sarana pelayanan kesehatan yang telah lazim dikenal seperti Rumah Skit atau Klinik, tetapi juga diselenggarakna di rumah pasien (home care) serta di rumah  perawatan (nursing homes).
Dibandingkan dengan pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan ini memang tampak berkembang lebih pesat. Roemer (1981) mencatat bahwa peningkatan angka utilisasi pelayanan rawat jalan di rumah sakit misalnya, adalah dua sampai tiga kali lebih dari peningkatan angka utilisasi pelayanan rawat inap. Hal yang sama juga di temukan pada jumlah sarana pelayanannya. Di Amerika Serikat misalnya, seperti yang dilaporkan oleh Prospective Payment Assessment Commision, peningkatan jumlah sarana pelayanan tersebut untuk periode 1983-1988 tidak kurang dari 41%.Pelayanan rawat jalan (ambulatory) adalah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap (hospitalization). Pelayanan rawat jalan ini termasuk tidak hanya yang diselenggarakan oleh sarana pelayanan kesehatan yang telah lazim dikenal rumah sakit atau klinik, tetapi juga yang diselenggarakan di rumah pasien (home care) serta di rumah perawatan (nursing homes).

B.    Tujuan
Tujuan dari pelayanan rawat jalan adalah mengupayakan kesembuhan dan pemulihan pasien secara optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan (Standart pelayanan Rumah sakit, dirjen yanmed depkes RI thn 1999).
Sedangkan Fungsi dari pelayanan rawat jalan adalah sebagai tempat konsultasi, penyelidikan, pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli dibidang masing-masing yang disediakan untuk pasien yang membutuhkan waktu singkat untuk penyembuhannya atau tidak memerlukan pelayanan perawatan.

C.   Pelayanan Rawat Jalan di Klinik Rumah Sakit
Bentuk pertama dari pelayanan rawat jalan adalah yang diselenggarakan oleh klinik yang ada kaitannya dengan rumah sakit (hospital based ambulatory care). Jenis pelayanan rawat jalan di rumah sakit secara umum dapat dibedakan atas 4 macam yaitu :
1.    Pelayanan gawat darurat (emergency services) yakni untuk menangani pasien yang butuh pertolongan segera dan mendadak.
2.    Pelayanan rawat jalan paripurna (comprehensive hospital outpatient services) yakni yang memberikan pelayanan kesehatan paripurna sesuai dengan kebutuhan pasien.
3.    Pelayanan rujukan (referral services) yakni hanya melayani pasien-pasien rujukan oleh sarana kesehatan lain. Biasanya untuk diagnosis atau terapi, sedangkan perawatan selanjutnya tetap ditangani oleh sarana kesehatan yang merujuk.
4.    Pelayanan bedah jalan (ambulatory surgery services) yakni memberikan pelayanan bedah yang dipulangkan pada hari yang sama

D.   Faktor Berkemangnya Rawat Jalan
Banyak faktor yang berperan sebagai penyebab makin berkembangnya pelayanan dan juga sarana pelayanan berobat jalan ini. Jika disederhanakan, paling tidak dapat dibedakan menjadi lima macam yaitu: (Cambridge Research Institute, 1976; Avery dan Imdieke, 1984;Feste,1989):
1.    Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menyelenggarakan pelayanan rawat jalan relatif lebih sederhana dan murah, dan karena itu lebih banyak didirikan.
2.    Kebijakan pemerintah yang untuk mengendalikan biaya kesehatan mendorong dikembangkannnya sebagai sarana pelayanan rawat jalan.
3.    Tingakat kesadaran kesehatan penduduk yangmakin meningkat, yang tidak lagi membutuhkan pelayanan untuk mengobati penyakit saja, tetapi juga untuk memelihara atau meningkatkan kesehatan yang umumnya dapat dilayanai oleh sarana pelayanan rawat jalan saja.
4.    Kemajuan ilmu teknologi kedokteran yang telah dapat melakukan berbagai tindakan kedokteran yang dulunya memerlukan pelayanan rawat inap, tetapi pada saat ini cukup dilayani dengan pelayanan rawat jalan saja.
5.    Utilisasi Rumah Sakit yang makin terbatas, dan karenanya untuk meningkakan pendapatan, kecuali lebih megembangkan pelayanan rawat jalan yang ada di rumah sakit juga terpaksa mendirikan berbagai sarana pelayanan rawat jalan di luar Rumah Sakit.

E.    Standar Pelayanan Rawat Jalan
Berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, standar minimal rawat jalan adalah sebagai berikut:
1.    Dokter yang melayani pada Poliklinik Spesialis harus 100 % dokter spesialis.
2.    Rumah sakit setidaknya harus menyediakan pelayanan klinik anak, klinik penyakit dalam, klinik kebidanan, dan klinik bedah.
3.    Jam buka pelayanan adalah pukul 08.00 – 13.00 setiap hari kerja, kecuali hari Jumat pukul 08.00 – 11.00.
4.    Waktu tunggu untuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit.
5.    Kepuasan pelanggan lebih dari 90 %.

F.    Menjaga Mutu Pelayanan Rawat Jalan
Sama halnya dengan berbagai pelayanan kesehatan lainnya, maka salah satu syarat pelayanan rawat jalan yang baik adalah pelayanan yang bermutu. Karena itu untuk dapat menjamin mutu pelayanan rawat jalan tersebut, maka program menjaga mutu pelayanan rawat jalan perlu pula dilakukan.
Untuk ini diperhatikan bahwa sekalipun prinsip pokok  program menjaga mutu pada pelayanan rawat jalan tidak banyak berbeda dengan berbagai pelayanan kesehatan lainnya, namun karena pada pelayanan rawat jalan ditemukan beberapa ciri khusus, menyebabkan penyelenggaraan program menjaga mutu pada pelayanan rawat jalan tidaklah semudah yang diperkirakan, ciri-ciri khusus yang dimaksud adalah:
1.    Sarana, prasarana serta jenis pelayanan rawat jalan sangat beraneka ragam, sehingga sulit merumuskan tolak ukur yang bersufat baku.
2.    Tenaga pelaksana bekerja pada srana pelayanan rawat jalan umumnya terbatas, sehigga di satu pihak tidak dapat dibentuk suatu perangkat khusus yang diserahkan tanggung jawab penyelengaraa program menjaga mutu, dan pihak lain, apabila beban kerja terlalu besar, tidak memiliki cukup waktu untuk menyelengarakan program menjaga mutu.
3.    Hasil pelayanan rawat jalan sering tidak diketahui. Ini disebabkan karena banyak dari pasien tidak datang lagi ke klinik.
4.    Beberapa jenis penyakit yang datang ke sarana pelayanan rawat jalan adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri, sehingga penilaian yang objektif sulit dilakukan.
5.    Beberapa jenis penyakit yang datang ke sarana pelayanan rawat jalan adalah mungkin penyakit yang telah berat dan bersifat kronis, sehingga menyulitkan pekerjaan penilaian.
6.    Beberapa jenis penyakit yang datang berobat datang kesarana pelayanan rawat jalan mungkin jenis penyakit yang penanggulangannya sebenarnya berada di luar kemampuan yang dimiliki. Keadaan yang seperti ini juga akan menyulitkan pekerjaan penilaian.
7.    Rekam medis yang dipergunakan pada pelayanan rawat jalan tidak selengkap rawat inap, sehingga data yang diperlukan untuk penilaian tidak lengkap
8.    Perilaku pasien yang datang kesarana pelayanan rawat jalansukar dikontrol, dan karenanya sembuh atau tidaknya suatu penyakit yang dalami tidak sepenuhnya tergantung dari mutu pelayanan yang diselenggarakan.

Daftar Pustaka 
http://30agustus2003.blogspot.co.id/2012/04/rawat-jalan.html
https://prezi.com/ku4rvxolhksn/instalansi-rawat-jalan/
http://upkp2.batangkab.go.id/standar-minimal-dalam-pelayanan-rawat-jalan-dan-rawat-inap-di-rumah-sakit/
http://pipitrianidavaz.blogspot.co.id/2014/10/askep-rawat-jalan.htm


Rabu, 21 Oktober 2015

Tugas Online 2 Akuntansi Keuangan Rumah Sakit - Jurnal, Posting dan Trial Balance


Diketahui:

Anwar-Abraham, S.Si, Apt, seorang Apoteker membuka Apotik Sehat terhitung tanggal 1 Juli 2009. Berikut ini urutan tanggal dan peristiwa transaksi selama bulan Juli 2009.
01/ 07 Menyerahkan uang tunai Rp 40.000. dan satu gedung senilai Rp 300.000.- sebagai modal.
03/ 07 Dibeli peralatan kantor dengan tunai senilai Rp. 12.000.-
04/ 07 Dibeli Obatan-obatan berbagai jenis Rp. 80.000.- secara kredit
05/ 07 Dibeli perlengkapan kantor senilai Rp. 760.
07/ 07 Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 2.500.-
08/ 07 Dibayar biaya advertensi sebesar Rp 80.-
09/ 07 Membayar sebagian hutang obat Rp 20.000.-
10/ 07 Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 1.200 dan sisanya rp. 800 dijanjikan akan dibayar kemudian.
14/ 07 Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 6.000.-
15/ 07 Dibayar tunai pembelian perlengkapan kantor senilai Rp 200.-
16/ 07 Dibayar beban listrik, telepon dan air Rp. 600.-
17/ 07 Dibeli Peralatan kantor Rp. 23.000 baru dibayar Rp. 8.000 sisanya dijanjikan akan dibayar kemudian.
21/ 07 Diterima pendapatan penjualan obat Rp. 11.500.-
25/ 07 Diambil uang senilai Rp. 800.- untuk keperluan pribadi.
26/ 07 Dibayar biaya advertensi Rp. 1.000.-
28/ 07 Diterima pendapatan penjualan Obat Rp. 20.000.-
29/ 07 Dibayar hutang obat Rp. 20.000.-
30/ 07 Dibayar sebagian hutang tgl 17 sebesar Rp. 4.000
31/ 07 Membayar gaji 3 orang pegawai Rp. 3.000.-
31/ 07 Diambil uang Rp 1.500.- untuk keperluan pribadi
Tugas:
1. Catatlah transaksi tersebut pada standard two column jurnal!
2. Lakukanlah posting
3. Susunlah trial balance!


Jawaban:
APOTIK SEHAT
STANDARD TWO COLUMN JURNAL
MONTH: JULY, 2009
Date
Descriptions
Post-Reff
Debit
Credit
01 July 2009
Cash
Ö
40.000


-          Anwar-Abraham Capital
Ö

40.000

Cash
Ö
300.000


-          Asset (Gedung)
Ö

300.000





03 July 2009
Office Equipment
Ö
12.000


-          Cash
Ö

12.000





04 July 2009
Medical Supplies
Ö
80.000


-          Account Payable
Ö

80.000





05 July 2009
Office Supplies
Ö
760


-          Cash
Ö

760





07 July 2009
Cash
Ö
2.500


-          Medical Revenue
Ö

2.500





08 July 2009
Advertising Expense
Ö
80


-          Cash
Ö

80





09 July 2009
Account Payable
Ö
20.000


-          Cash
Ö

20.000





10 July 2009
Medical Revenue
Ö

1.200

-          Cash
Ö
400


-          Account Receivables
Ö
800






14 July 2009
Cash
Ö
6.000


-          Medical Revenue
Ö

6.000





15 July 2009
Office Supplies
Ö
200


-          Cash
Ö

200





16 July 2009
Utilities Expense
Ö
600


-          Cash
Ö

600





17 July 2009
Office Equipment
Ö
23.000


-          Cash
Ö

8.000

-          Account Payable
Ö

15.000





21 July 2009
Cash
Ö
11.500


-          Medical Revenue
Ö

11.500





25 July 2009
Withdrawals
Ö
800


-          Cash
Ö

800





26 July 2009
Advertising Expense
Ö
1.000


-          Cash
Ö

1.000





28 July 2009
Cash
Ö
20.000


-          Medical Revenue
Ö

20.000





29 July 2009
Account Payable
Ö
20.000


-          Cash
Ö

20.000





30 July 2009
Account payable
Ö
4.000


-          Cash
Ö

4.000





31 July 2009
Salaries Expense
Ö
3.000


-          Cash
Ö

3.000





31 July 2009
Withdrawals
Ö
1.500


-          Cash
Ö

1.500






T  O  T  A  L

548.140
548.140








APOTIK SEHAT
POSTING TRANSACTION
MONTH: JULY, 2009

Debit                                                                     Cash                                                 Credit
Date
Description
P/R
Amount
Date
Description
P/R
Amount
1 July

GJ-1
40.000






GJ-1
300.000








3 July

GJ-1
12.000




5 July

GJ-1
760
7 July

GJ-1
2.500








8 July

GJ-1
80




9 July

GJ-1
20.000
10 July

GJ-1
400




14 July

GJ-1
6.000








15 July

GJ-1
200




16 July

GJ-1
600




17 July

GJ-1
8.000
21 July

GJ-1
11.500








25 July

GJ-1
800




26 July

GJ-1
1.000
28 July

GJ-1
20.000








29 July

GJ-1
20.000




30 July

GJ-1
4.000




31 July

GJ-1
3.000




31 July

GJ-1
1.500


total
380.400


total
71.940



71.940





Balance

308.460







Debet                                      Anwar-Abraham Capital                              Credit



GJ-1
1 July
40.000







Debet                                                  Asset (Gedung)                                 Credit



GJ-1
1 July
300.000







Debet                                                  Office Equipment                              Credit
GJ-1
GJ-1
3 July
17 July
Balance
12.000
23.000
35.000










Debet                                                  Medical  Supplies                             Credit
GJ-1
4 July
80.000










Debet                                      Account  Payable                                          Credit



GJ-1
4 July
17 July
80.000
15.000




total
95.000
GJ-1
GJ-1
29 July
29 July
30 July
20.000
20.000
4.000





44.000




Balance
51.000









Debet                                                  Office  Supplies                                Credit
GJ-1
GJ-1
5 July
  15 July
Balance
760
200
960










Debet                                                  Medical Revenue                             Credit



GJ-1
7 July
2.500



GJ-1
10 July
1.200



GJ-1
14 July
6.000



GJ-1
21 July
28 July
11.500
20.000




Balance
41.200

Debet                                         Advertising  Expense                                Credit
GJ-1
08 July
26 July
80
1.000




Balance
1.080




Debet                                                  Account Receivables                                   Credit
GJ-1
10 July
800










Debet                                              Utilities Expense                                   Credit
GJ-1
16 July

600


















Debet                                      Withdrawls/ drawing                                                Credit
GJ-1
25 July
800



GJ-1
31 July
1.500




Balance
2.300




Debet                                      Salaries Expense                                          Credit
GJ-1
31 July
3.000



















APOTEK SEHAT
TRIAL BALANCE
MONTH: JULY,  2009

Account Title
Debet
Credit
Cash
308.460

Account Receiveable
800

Medical Supplies
80.000

Office Supplies
960

Office Equipment
35.000

Account Payable

51.000
Anwar-AbrahamCapital

40.000
Asset (Gedung)

300.000
Withdrawls/drawing
2.300

Medical Revenue

41.200
Salaries Expense
3.000

Advertising Expense
1.080

Utilities Expense
600

Total
432.200
432.200